ANAK DESA JANGAN JADI LAYANG LAYANG IBU KOTA
Saat Pagi buta, matahari belum menampakkan sinarnya. sekerumun manusia sudah mengantri dekat pos satpam. memanjang dengan teratur. Terlihat membawa map berwarna Cokelat, dengan wajah penuh harap, Mereka sang Pencari Kerja.
Saat nomor undian diterima, mereka digiring layaknya itik. Berkumpul disebuah ruangan. Waktu menunjukan pukul Enam pagi. terhitung sudah dua jam mereka menanti. Resah mulai menyelimuti hati, ada yang sibuk menatap kesana kemari melihat suasana yang mungkin akan mereka jalani setiap hari. Ada yang sibuk mengunyah makanan karna belum sempat sarapan. Ada yang sibuk bertanya dan berkenalan berharap mereka akan akrab dalam tali pertemanan.
Lalu mereka kembali digiring masuk pada sebuah ruangan, terlihat lebih bersih dan manusiawi. ada banyak layar LCD yang menampilkan Sekelumit tentang Perusahaan. Wajah itu kembali ceria, ada asa yang tepatri indah pada pelupuk mata. Berharap disini mereka bisa bekerja dan mengumpulkan pundi pundi rupiah dalam nominal Angka.
Namun, saat proses seleksi berlangsung. Tidak semuanya beruntung. Dengan wajah mendung ia disuruh segera pulang. Karena tidak memenuhi Syarat Administrasi.
Mereka yang Diterima mengucap syukur dengan penuh rasa haru.
Berharap disinilah tempatnya untuk mencari Pengalaman dan memenuhi kebutuhan. Dan ada nama keluarga yang harus mereka jaga didesa seberang sana.
Ya, mereka para pencari kerja kebanyakan berasal dari Pojok desa. Berangkat ke kota demi cita cita dan Penghidupan yang lebih berada. entah sadar atau tidak, mereka memikul tanggung jawab Mempertahankan Citra Keluarga di desa sana. Ada orang tua yang senantiasa berdo'a supaya anaknya selalu dijalan yang benar Disana.
Berbekal Ijazah seadanya, akhirnya mereka bekerja sedemikian rupa. Ada yang bekerja dengan lingkungan yang Memanusiakan Manusia, ada juga yang bekerja bak robot penuh tenaga. mereka jalani semua demi sebuah Asa yang menggenang dipelupuk mata.
Setelah merasakan Dunia kerja dan mencecap manisnya rupa dunia, ada kalanya manusia merasa Lupa. Ia lupa Norma agama. Menghalalkan segala cara demi menikmati manisnya dunia. Ada juga yang mempertarukan nama baik keluarga demi kesenangan Semata.
Namun, ada juga yang setelah bekerja ia lebih tau apa Makna Agama, Mendekatkan diri pada sang Maha pencipta agar senantiasa dijalan-Nya. Ia juga lebih tau apa Arti Keluarga dan Peran Orang Tua, karna kini ia tau betapa beratnya mencari Nafkah bagi keluarga.
Ya, semua nya mempunyai pilihan masing masing. tentu mendapatkan konsekuensinya masing masing. Kita Boleh Bekerja asalkan Jangan Menggadaikan Agama demi kenikmatan Dunia. jangan sampai termakan tipu daya dunia yang fana. Kita Boleh Bekerja asalkan ingat ada nama Keluarga yang musti kita jaga. Ada orangtua yang hati nya harus kita jaga.
Kita Memang anak desa, namun jangan mau jadi budak ibu kota. walaupun pendidikan dibawah strata namun Agama dan Keluarga jangan kita dua.
Anak desa jangan jadi layang layang ibu kota. Terlalu lama dikota membuat kita lupa Kampung halaman tempat keluarga berada.
Komentar
Posting Komentar