On Your Wedding Day-FILM REVIEW
Film yang rilis 2018 ini adalah film kesekian yang ku tonton. Tentu saja lebih banyak nonton film son ye jin.
Menit pertama langsung muncul monolog sang peran utama yaitu Hwang Woo-yeon.
Yang isinya kurang lebih "Hidupku penuh dengan kemustahilan. Namun kemustahilan hanyalah anggapan, bukan kenyataan. Membalik kan hal yang mustahil menjadi kenyataan itu sulit. Dipenuhi dengan pukulan keras dan sering meninggalkan bekas luka. Tapi bekas luka adalah pertanda bahwa kau mampu melewati cedera."
Hwang Woo-yeon pertama kali bertemu cinta pertama nya waktu SMA. mereka sama-sama murid baru. Dan ya seperti kisah klasik di drama, Woo-yeon langsung tertarik pada Hwan Seung-hee.
Namun mereka dipisahkan dengan kepindahan Seung-hee yang tiba-tiba. Menyisakan patah hati pada remaja yang baru mengenal cinta.
Woo-yeon tak punya cita-cita, ia benci belajar. Membuatnya tidak ingin meneruskan kuliah. Namun tiba-tiba saja dalam satu majalah universitas di seoul, Woo-yeon melihat wajah Seung-hee. Ia langsung termotivasi untuk berkuliah disana. Dengan belajar ekstra keras untuk bisa lulus ketika mengikuti test.
Akhirnya ia mampu diterima disana, dan bertemu Seung-hee. Tapi ternyata Seung-hee sudah memiliki kekasih. Dan kenyataan itu Woo-yeon kembali patah hati untuk kedua kalinya.
After all this time, mereka dipertemukan kembali saat keduanya telah dewasa. Woo-yeon seolah pelatih kebugaran. Dan seung-hee seorang aktris pemula. Disini, seung-hee tak lagi punya pacar. Namun Woo-yeon mempunyainya. Karna pertemuan itu, Woo-yeon akhirnya sadar bahwa ia tidak bisa melupakan cinta pertamanya dan memilih memutuskan kekasihnya untuk bersama Seung-hee.
Berawal dari aksi penyelamatan Woo-yeon pada seung-hee di lokasi syuting, membuat keduanya semakin dekat. Hingga jadian.
Disini entah berapa musim yang mereka lewati sebagai kekasih. Terlihat keduanya selalu dilingkupi rasa bahagia ketika bersama.
Hingga mereka memasuki fase dimana kawan-kawannya di universitas dulu telah mapan dan berencana menikah. Sementarq Woo-yeon masih belum memiliki pekerjaan tetap karna cidera yang diderita saat menyelamatkan Seung-hee dahulu. Membuat ia kerap kali menyalahkan Seung-hee atas apa yang ia derita kini.
Apa yang dilakukan Woo-yeon membuat seung-hee meradang. Ia tak menyangka Woo-yeon berfikiran seperti itu. Hal tersebut mengingatkan seung-hee pada ayahnya dulu yang selalu menyalahkan ibunya untuk semua kegagalan yang ia terima. Mereka putus lalu dipisahkan dengan Seung-hee yang dikirim ke Belgia oleh perusahaannya.
Dan kembali, mereka dipertemukan setelah tiga tahun terpisah. Ada harapan pada diri Woo-yeon saat Seung-hee menemuinya di sekolah tempat ia mengajar. Ya, woo-yeon akhirnya berhasil menjadi guru. Namun ternyata kedatangan Seung-hee membuat nya kembali patah hati, Seung-hee akan menikah. Dengan orang lain tentunya. Ia juga mengirimkan surat undangan pernikahannya.
Disinilah ending yang menyebalkan bagi sebagian orang, mereka tidak bersatu. Seung-hee justru menikah dengan orang lain. Menyisakan Woo-yeon dengan segenap perasaan cintanya.
Ada satu dialog yang menarik disini.
Saat Woo-yeon datang ke pernikahan seubg-hee dan menemui seung-hee secara langsung. Yang berisi ungkapan penyesalan Woo-yeon karena telah menyakiti Seung-hee dengan ucapannya, pernah merasa menyesal karena bertemu dengannya.
Woo-yeon menyesal, karena kehadiran Seung-hee membuatnya mempunyai mimpi baru --berkuliah, menemukan teman yang baik-- hingga ia menjadi guru saat ini. Dan woo-yeon menyukai profesinya. Yang secara tidak langsung, apa yang ia jalani saat ini berkat pertemuannya dengan Seung-hee.
"Terimakasih sudah mampir dalam hidupku, Seung hee. Berbahagialah, berbahagialan selalu." Ungkapan Woo-yeon pada Seung-hee.
Seung hee juga melakukan pengakuan yang tak sempat ia katakan. Bahwa setiap seunghee kehilangan arah dalam hidupnya Woo-yeon lah selalu ada menemani, yang mengingatkannya untuk kembali pada mimpinya.
"Hwang Woo-yeon! Terimakasih banyak."
Lalu keduanya bersalaman.
After All, Love is all about timing.
Ya, disini cinta adalah tentang waktu yang tepat. Dalam film ini, mereka saling tertarik sejak awal. Tapi tidak pernah menemukan waktu yang tepat. Dan ketika dipersatukan, jika bukan jodoh tetap saja akhirnya terpisahkan.
Sulit memang jika bukan jodoh.
Menurutku endingnya udah fair. Walaupun keliatan Woo-yeon adalah sosok sad boy. Tapi memang sulit mengubah takdir.
Ya, disini cinta adalah tentang waktu yang tepat. Dalam film ini, mereka saling tertarik sejak awal. Tapi tidak pernah menemukan waktu yang tepat. Dan ketika dipersatukan, jika bukan jodoh tetap saja akhirnya terpisahkan.
Sulit memang jika bukan jodoh.
Menurutku endingnya udah fair. Walaupun keliatan Woo-yeon adalah sosok sad boy. Tapi memang sulit mengubah takdir.









Komentar
Posting Komentar